11 MACAM TERAPI TERBAIK DAN PALING EFEKTIF UNTUK ANAK AUTISME

Terapi pada dasarnya perlu diberikan untuk membangun kondisi yang lebih baik. Terapi juga harus rutin dilakukan agar apa yang menjadi kekurangan anak dapat dipenuhi secara bertahap. Terapi juga harus diberikan sedini mungkin sebelum anak berusia 5 tahun. Sebab, perkembangan pesat otak anak umumnya terjadi pada usia sebelum 5 tahun, tepatnya puncak pada usia 2-3 tahun. Beberapa terapi yang ditawarkan oleh para ahli adalah :



1. Terapi Biomedik
Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now . Pada terapi ini difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak. Dengan terapi ini diharapkan fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja lebih baik sehingga gejala autism berkurang atau bahkan menghilang. Obat-obatan juga digunakan untuk penyandang autism, namun harus dengan pengawasan dokter spesialis yang lebih memahami dan mempelajari autism. Terapi biomedik melengkapi terapi lainnya dengan memperbaiki dari dalam (biomedis). Dan juga didukung oleh terapi dari dalam dan luar diri agar mengalami kemajuan yang cukup bagus.

2. Terapi Okupasi
Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar.

3. Terapi Integrasi Sensoris
Terapi ini berguna meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya. Aktivitas ini merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks, dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

4. Terapi Bermain
Meskipun terdengarnya aneh, seorang anak autistik membutuhkan pertolongan dalam belajar bermain. Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar bicara, komunikasi dan interaksi social. Seorang terapis bermain bisa membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu.

5. Terapi Perilaku
terapi perilaku dan kemampuan berkomunikasi adalah untuk membangun struktur dan memberikan pengarahan kepada anak autis dengan melibatkan pihak keluarganya. Beberapa contoh terapi perilaku dan kemampuan berkomunikasi adalah:
• Applied Behavior Analysis
Jenis terapi ini banyak digunakan oleh para ahli, sekolah-sekolah, dan klinik terapi autisme. Terapi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan penderita autisme pada anak dengan cara mendorong perilaku positif dan melarang perilaku negatif. Terapi ini melibatkan pemberian penghargaan untuk perilaku positif, pelatihan kemampuan berbicara, dan peningkatan motivasi anak untuk belajar dan memulai komunikasi dengan orang lain.
• Developmental, Individual Differences, Relationship-Based Approach (DIR)
Terapi ini dikenal juga sebagai floortime serta terfokus pada perkembangan emosi dan sosial penderita autisme. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk melatih reaksi anak terhadap cahaya, suara, dan aroma.
• Treatment and Education of Autistic and related Communication-handicapped Children
Terapi ini menggunakan gambar visual sebagai media untuk belajar, sebagai contoh: kartu bergambar digunakan untuk menunjukkan cara berpakaian secara bertahap.
• Occupational Therapy
Terapi ini bertujuan untuk mengajarkan keahlian-keahlian yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, misalnya: Cara berpakaian, makan, mandi, dan berinteraksi dengan orang lain.
• Sensory Integration Therapy
Terapi ini bermanfaat untuk memperkenalkan dan mengajarkan reaksi yang tepat atas informasi sensori seperti cahaya, suara, dan aroma.
• Speech Therapy
Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, baik komunikasi verbal secara langsung atau dengan menggunakan bantuan media lain seperti tulisan dan gambar.
• The Picture Exchange Communication System (PECS)
Terapi ini mengajarkan penggunaan simbol (biasanya berupa gambar) untuk berkomunikasi.
Ahli terapi akan menggunakan sejumlah teknik seperti alat bantu visual, cerita, dan mainan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
Picture Exchange Communication System (PECS)
Ahli terapi PECS akan menggunakan gambar untuk membantu anak-anak dengan autisme. Cara ini dipilih karena gambar lebih efektif untuk berkomunikasi bagi sebagian penyandang autisme anak-anak.
Pada tahap awal, anak-anak akan diajari cara komunikasi sederhana seperti memberikan kartu bergambar untuk berkomunikasi dengan orang dewasa. Lalu ahli terapi akan mengajarkan kemampuan yang lebih sulit, misalnya menggunakan kartu bergambar untuk membentuk kalimat. Proses ini bertujuan agar anak-anak belajar memulai komunikasi tanpa diminta.
Metode komunikasi Makaton
Makaton adalah metode komunikasi menggunakan bahasa isyarat dan simbol untuk membantu penyandang autisme berkomunikasi. Metode ini dirancang untuk membantu komunikasi verbal. Karena itu, bahasa isyarat dan simbol biasanya digunakan bersamaan dengan perkataan agar artinya dapat lebih dimengerti.
Tiap gerakan bahasa isyarat Makaton memiliki simbol masing-masing berupa gambar sederhana. Simbol tersebut juga bisa digunakan tanpa bahasa isyarat. Makaton sangat fleksibel karena bisa digunakan sesuai kebutuhan masing-masing pemakainya. Misalnya untuk:
Mengungkapkan pikiran, pilihan, dan emosi.
Menandai objek, gambar, foto, dan tempat.
Bermain dan bernyanyi.
Menulis resep, daftar belanja, surat, dan pesan.
Membantu menunjukkan jalan atau gedung.
Sebagian besar penyandang autisme yang awalnya menggunakan Makaton lama-kelamaan akan berhenti secara alami dan beralih pada kemampuan komunikasi verbal seiring dengan perkembangan kemampuan bicara mereka.
Selain meningkatkan kemampuan dasar komunikasi pada sebagian penyandang autisme, Makaton juga dapat membantu proses interaksi sosial mereka.

6. Terapi Fisik
Beberapa penyandang autism memiliki gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya juga kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh anak.

7. Terapi Musik
Terapi music menurut Canadian Association for Music Therapy (2002) adalah penggunaan music untuk membantu integrasi fisik, psikologis, dan emosi individu, serta untuk treatment penyakit atau ketidakmampuan. Sedangkan menurut American Music Therapy Association (2002) terapi music adalah semacam terapi yang menggunakan music yang bersifat terapiutik guna meningkatkan fungsi perilaku, social, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik motorik dan kognitif.

8. Terapi Perkembangan
Terapi ini didasari oleh adanya keadaan bahwa anak dengan autis melewatkan atau kurang sedikit bahkan banyak sekali kemampuan bersosialisasi.yang termasuk terapi perkembangan misalnya Floortime, dilakukan oleh orang tua untuk membantu melakukan interaksi dan kemampuan bicara.

9. Terapi Visual
Individu autistic lebih mudah belajar dengan melihat. Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar berkomunikasi melalui gambar-gambar. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

10.Terapi Medikamentosa
Disebut juga terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. Para penyandang jangan diberi sembarang obat, tapi obat harus diberikan bila timbul indikasi kuat. Gejala yang sebaiknya dihilangkan dengan obat : hiperaktivitas yang hebat, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), dan gangguan tidur.

11. Terapi Melalui Makanan
Terapi melalui makanan diberikan untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu. Di sisi lain, ada bebrapa makanan yang mengandung zat yang dapat memperberat gejala autis pada anak. Dalam terapi ini diberikan solusi tepat bagi para orang tua untuk menyiasati menu yang cocok dan sesuai bagi putra-putrinya sesuai dengan petunjuk ahli mengenai gizi makanan.

Enter Your Email for subscribe

0 Response to "11 MACAM TERAPI TERBAIK DAN PALING EFEKTIF UNTUK ANAK AUTISME"

Post a Comment